[Winter Trip 2016] Sapporo : Kesan Pertama

Perjalanan saya ke Jepang pada tanggal 25-29 Januari 2016 dipersembahkan oleh WakuWaku Japan TV Channel dan H.I.S. Tours and Travel Indonesia dalam event promo The Wonder Japan -Takumi- Comment Posting Campaign.

HARI KE-1 : SAPPORO (BAGIAN 1)

Berbeda jauh dengan Tokyo, hal pertama yang saya lihat dari dalam pesawat ketika hendak landing adalah salju! Hamparan salju yang sangat luas sejauh mata memandang, seluruh kota ditutupi salju yang tebal! Belum menginjakkan kaki di darat saja sudah terbayang betapa dinginnya kota yang akan kami kunjungi ini. Saya segera menyiapkan jaket tebal dan sepatu boots yang saya simpan di dalam ransel.

Sampai di bandara New Chitose, saya dan kakak saya melakukan kecerobohan yang cukup fatal. Karena buru-buru hendak ke toilet dan terdapat antrian panjang di toilet terdekat, kami nekat keluar dari area baggage claim tanpa menyadari bahwa kami keluar tanpa membawa koper. Ketika sudah keluar, kami bertemu dengan pemandu wisata dan pengemudi taksi yang akan membawa kami berjalan-jalan di Sapporo pada hari pertama; Oda-san dan Maruyama-san. Kami meminta bantuan mereka untuk mengambil koper kami yang tertinggal di dalam karena area baggage claim tersebut menggunakan sistem one way entry, sehingga tidak ada jalan masuk untuk kembali ke dalam. Selain itu, bahasa Jepang kami pas-pasan untuk minta tolong langsung pada petugas bandara ^_^” Beruntung sekali bertemu pemandu kami pada waktu yang tepat.

Ada satu keanehan lagi yang terjadi, sebenarnya saya ragu untuk bercerita karena saking anehnya, khawatir terkesan mengada-ada haha. Keluar dari toilet bandara New Chitose untuk bertemu kembali dengan pemandu wisata kami, kami tiba-tiba dicegat oleh seseorang. “Konnichiwa”, karena saking lelahnya saya tidak memperhatikan lagi penampilan orang tersebut. Entah karena pelafalan “Konnichiwa” saya yang fasih (saya hanya fasih melafalkan kata-kata sederhana haha) atau bagaimana, setelah membalas sapaan orang tersebut, kami diajak berbicara bahasa Jepang. Karena memang tidak mengerti, saya membalas dengan bahasa Inggris bahwa kami tidak begitu mengerti bahasa Jepang. Akhirnya dengan bahasa Inggris yang putus-putus, orang tersebut tiba-tiba menunjukkan identitasnya pada kami.

“I’m Detective XXXX from XXXX”

Well, that escalated quickly.

Pertama kalinya berjalan-jalan di Jepang, baru sampai bandara, dan langsung dicegat detektif. Wait, I didn’t sign up for this! Ini lagi syuting drama apa??? Mana kameranya??? Just so you know, penampakan badge detektifnya persis seperti yang bisa kita lihat di manga atau drama Jepang :

NPA shows off new police ID, badges
sumber : japantimes.co.jp

Ternyata detektif tersebut (mari kita sebut Detektif-san) menanyai kami mengenai asal negara, rencana tinggal di Jepang, juga menyalin data paspor kami. Okay, that was weird. Oda-san saja sampai bertanya, apa yang dikatakan detektif tersebut pada kami. Menurutnya, kejadian seperti ini bukan sesuatu yang umum terjadi pada wisatawan asing. Kemudian saya terpikir bahwa tindakan Detektif-san dipicu oleh penampilan saya yang berhijab. Jujur saja, saya sempat agak kesal sekaligus malu karena kecurigaannya kepada kami sebagai wisatawan asing.

Setelah beberapa lama, akhirnya saya mencoba berpikir dari sisi positif. Tindakan detektif tersebut adalah upaya pencegahan kriminalitas di negaranya, mungkin karena penampilan kami yang mencolok juga kami menjadi sasaran interogasi. Well, actually… I don’t know if it’s right or wrong, it’s definitely something I don’t want to ever happen again. Yang jelas, saya malah senyum-senyum sendiri, karena… tidak semua orang berkesempatan melihat badge detektif kan? Dengan diinterogasi seperti itu, saya mendapatkan pengalaman langsung berhadapan dengan detektif Jepang, yang biasanya hanya bisa saya lihat di drama-drama dan manga Jepang. Sebagai penggemar genre misteri dan detektif, saya cukup senang bisa terlibat dalam kejadian langka seperti itu ^_^

3
Sibuk memotret sepanjang perjalanan
2
Pemandangan di jalan tol menuju Sapporo

Sepanjang perjalanan menuju restoran untuk makan siang, kami asyik mengobrol dengan Oda-san yang merupakan pemandu wisata kami. Oda-san bercerita banyak mengenai Sapporo, terutama keadaan Sapporo dan Hokkaido selama musim dingin. Dari ceritanya juga saya mengetahui bahwa Oda-san baru tinggal di Sapporo selama 10 tahun karena menikah dengan suaminya yang merupakan warga Sapporo. Oda-san berasal dari Tokyo, dan sempat menuntut ilmu di Kanada sehingga bahasa Inggrisnya sangat bagus!

Diam-diam saya juga memerhatikan percakapan antara Oda-san dan Maruyama-san (pengemudi), mereka berbicara dalam keigo (敬語), yaitu tingkatan bahasa paling sopan dalam bahasa Jepang. Akhirnya… setelah sekian lama saya menonton film dan drama Jepang, saya bisa mendengarkan langsung percakapan seperti itu dalam bahasa Jepang di Jepang! Hahaha mungkin terkesan berlebihan ya, tapi tidak bagi saya… Ada sensasi sendiri ketika mendengar aksen-aksen bahasa formal, terutama dalam bahasa Jepang. Kalimat seperti, “Sou desu ka? / Benarkah begitu?” dibawakan dengan penuh ketertarikan untuk menjaga rasa hormat pada lawan bicara. Ain’t that something? ^_^

hohoho
sumber : kitanogurume.co.jp

Setelah perjalanan kurang lebih 1 jam dari bandara menuju Sapporo, kami sampai di Kitano Gurume! Kitano Gurume terbagi menjadi 2 area : kedai (Kaisen-Shokudo Kitano Gourmet-tei) dan pasar ikan (Kaisen-Ichiba Kitano Gourmet). Sesuai tagline Kitano Gurume; “You can enjoy delicious Japanese seafood gourmet in a friendly atmosphere”, pelayanan di Kitano Gurume sangat ramah. Saya memperhatikan bahwa beberapa pelayan di Kitano Gurume dapat berbahasa Mandarin dengan fasih karena mereka bercakap-cakap dengan turis dari Tiongkok. Kami juga sempat melihat beberapa wisatawan yang mengenakan hijab seperti kami, tempat ini memang populer di kalangan wisatawan asing.

Tak perlu menunggu lama, makan siang kami disajikan. Menu makan siang kami adalah signature dish Kitano Gurume, yaitu Kaisen Don.

wowo
Menu Kaisen Don di Kitano Gurume

Kaisen Don adalah nasi mangkuk dengan topping aneka macam sashimi. Jenis sashimi yang disajikan antara lain adalah tuna, salmon, telur ikan, tamago yaki (telur dadar a la Jepang), scallop, udang, dan aneka macam hasil laut. Kaisen don disajikan dengan sup hangat dari kaldu ikan dan saus jamur. Kaisen Don masuk ke dalam kategori chirazushi (ちらし寿司) / chirashi, yaitu nasi mangkuk berisi campuran aneka macam hidangan laut; biasanya ditambahkan sayuran atau bahan lain sesuai selera. Jika sushi biasa yang kita kenal adalah campuran nasi dan makanan laut yang dibentuk; chirasi juga memiliki konsep yang sama, hanya saja makanan laut pada chirashi ditaburkan seperti topping.

Rasanya seperti apa? Segar sekali! Sensasi makan hidangan laut asli Jepang di Jepang langsung tentunya berbeda dengan makan hidangan laut Jepang di restoran Indonesia, apalagi Hokkaido terkenal dengan hasil lautnya yang berlimpah dengan kualitas juara. Bicara tentang hasil laut Hokkaido, tinggal turun satu lantai dari kedai Kitano Gurume kita dapat menemukan pasar ikan yang menjajakan aneka hasil laut dan oleh-oleh khas Hokkaido. Pasar ikan buka setiap hari dari jam 6 pagi hingga jam 5 sore, sedangkan kedai makan buka dari jam 7 pagi hingga jam 3 sore setiap harinya.  (klik gambar untuk memperbesar).

Yang paling populer di pasar ikan Kitano Gurume adalah kepiting. Orang-orang Hokkaido sangat gemar makan kepiting, banyak restoran yang menjadikan kepiting sebagai menu andalan. Terdapat 4 jenis kepiting di Hokkaido yang jumlahnya bervariasi tergantung musim :  (klik gambar untuk memperbesar).

  • Kegani (paling umum) : April-Agustus / November-Desember
  • Tarabagani (paling mahal) : September-Januari
  • Zuwaigani (paling enak) : November-Maret
  • Hanasakigani : Agustus-Oktober

 

Kitano Gurume
Map
4-1, N11, W22, Chuo-ku, Sapporo, Hokkaido, Japan Zip060-0011
Phone : 011-621-3545
Facsimile : 011-621-3546

Dari Kitano Gurume, kami melanjutkan perjalanan ke Ishiya Chocolate Factory. Kamu pasti akan terkagum-kagum ketika melihat bangunan museum sekaligus pabrik cokelat ini karena arsitekturnya yang bernuansa Eropa kuno. Yup, gambar header yang kamu lihat di atas adalah pemandangan Ishiya Chocolate Factory di musim dingin. Cantik sekali bukan? Penasaran tidak seperti apa interior di dalamnya? Karena postingan ini sudah terlalu panjang, saya akan melanjutkan di entry berikutnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s